Siklus Bisnis-Siklus persediaan Barang Dalam Bisnis

silklus bisnis-siklus persediaan barang dalam bisnis
google photo

Siklus Bisnis – Siklus Persediaan Barang Dalam Bisnis,Perusahaan bisnis khusunya bisnis manufaktur memerlukan bahan baku dan bahan mentah untuk diolah dalam proses produksi.
Tanpa persediaan bahan baku yang memadai dapat mengakibatkan proses produksi terganggu.


Implikasi dari mengadakan persediaan bahan adalah timbulnya biaya-biaya yang berkaitan dengan pengadaan persediaan bahan itu sendiri. Biaya yang timbul adalah biaya pemesanan dan biaya penyimpanan bahan baku bersangkutan. Biaya-biaya ini terutama total biaya persediaan harus minimum.

Dalam rangka upaya meminimumkan biaya persediaan tersebut perlu adanya ketelitian dalam mengatur bahan-bahan persediaan.

Bila diamati secara saksama, bahwa setelah persediaan bahan-bahan di beli atau di pesan, selanjutnya digunakan dalam proses produksi. Adakalanya bahan-bahan yang diproses tidak langsung menjadi barang jadi, tetapi menjadi setengah jadi terlebih dahulu.

Barang setengah jadipun harus disimpan dalam gudang untuk kemudian diproses lebih lanjut untuk menjadi barang jadi. Barang jadi inipun sebelum dikirim kepada pedagang besar (grosir) disimpan lebih dahulu digudang barang jadi. Setelah dikirim ke grosir berarti persediaan barang tersebut secara fisik telah meninggalkan pabrik.

Baca Juga :

Internal Persediaan Barang Dalam Bisnis

4 Faktor Bisnis Yang Perlu Di Perhatikan

Pemasaran BIsnis Di Bidang Internasional

Memahami penggolongan bisnis industri berdasarkan jenjang

Hanya implikasi administratifnya tentu saja masih berjalan, misalnya para grosir atau pedagang besar tersebut harus membayar barang jadi yang telah mereka terima. Digudang persediaan bahan tentu saja harus dipelihara secara fisik dan administratif. Selanjutnya bahan-bahan diproses di mesin-mesin produksi.

Barang jadi disimpan digudang sebelum barang jadi dikirim ke konsumen akhir melalui para pedagang.
Mengadakan persediaan bahan berarti perlu biaya pemesanan dan penyimpanan. Makin banyak persediaan bahan berarti biaya penyimpananya pun makin besar.

Selain itu, perusahaan tidak perlu mengadakan persediaan bahan melampaui kebutuhan, karena selain menaikkan biaya penyimpanan bahan, juga bila terlalu besar menanamkan uang pada persediaan bahan, berarti dapat mengganggu likuiditas dan tidak efisien.

Cara menanggulangi kehabisan bahan.

Kehabisan bahan dapat mengakibatkan terhentinya operasi produksi perusahaan besangkutan. Hal itu berakibat pada kerugian berupa tidak efisien dan terputusnya hubungan dengan langganan/konsumen. Demi menghindari terjadinya kehabisan bahan, perlu dilakukan upaya-upaya sebagai berikut :

Pembelian bahan secara darurat,
Seperti diketahui bahwa penyediaan bahan harus terus dilakukan. Dan seandainya diperoleh suatu indikasi akan terjadinya kehabisan bahan karena kemungkinan keterlambatan pemesanan bahan atau penggunaan bahan yang melonjak, perlu dilakukan langkah darurat.

Baca Juga : Pemasaran Bisnis Di Bidang Organisasi Nirlaba

Pemasaran BIsnis Di Bidang Internasional

Upaya tindakan darurat tersebut semata-mata ditujukan untuk mencegah terjadinya kehabisan bahan. Namun demikian, pembelian bahan secara darurat mungkin saja harga per unit bahan menjadi lebih mahal dari harga normal, disamping karena pemesananya dalam jumlah kecil.

Sehingga bukan saja harga tetapi juga biaya per unit bahan tersebut menjadi lebih mahal dari biasabya. Hal ini tidak menjadi soal, bila dibandingkan dengan kerugian akibat terhentinya proses produksi.

Pembelian mendadak tersebut harus dilakukan hanya dalam keadaan dimana persediaan bahan yang ada dalam keadaan kritis. Dengan perkataan lain, pembelian darurat tidak perlu sering dilakukan. Bila stock out sering terjadi (misalnya 2 atau 3 kali dalam setahun) maka berarti harus dilakukan upaya lain.

 
 

2 thoughts on “Siklus Bisnis-Siklus persediaan Barang Dalam Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *