Menyusun Strategic Intent Dalam Bisnis

strategic intent

Menyusun Strategic Intent Dalam Bisnis
Gambaran tentang strategi intens yaitu suatu sikap yang agresif dalam menjalankan strategi yang tidak menjadi bagian dari visi, misi, tujuan maupun sasaran dari suatu perusahaan dalam mencapai strategic fit dalam sebuah strategi.

Strategi intent yang ambisius menimbulkan energi emosional dan intelektual untuk menuju masa depan dengan visi, misi, dan tujuan sebagai arahnya.

Strategic intent merupakan pemberdayaan sumber daya yang di miliki perusahaan secara optimal. Artinya kelemahan sumber daya bisa di ungkit jika memiliki energi emosional yang besar untuk memenangkan persaingan. Ada faktor X yang harus di gali sehingga sumber daya yang terbatas bisa mengungguli musuh yang memiliki sumber daya keuangan yang melimpah.

Dalam menetukan arah perusahaan yang sering di representasikan oleh misi dan tujuan perusahaan seringkali analisis SWOT di jadikan satu-satunya pedoman dan ukuran. Dengan kata lain arah yang di inginkan di sesuaikan dengan sumber daya yang di miliki perusahaan.

Baca Juga:

Pemasaran Bisnis Di Bidang Nirlaba

Analisa Modal Kerja Dalam Bisnis

ANALISA KEUANGAN: CARA MENGENDALIKAN PIUTANG

Startegic intent pada hakikatnya memiliki tiga komponen, yaitu: 

1.  Stretch.
Yang di maksud dengan stretch di sini adalah menciptakan aspirasi dan ambisi yang mungkin pada mulanya atau dalam kondisi normal di rasakan tidak mungkin. Maksudnya adalah bagaimana perusahaan dalam mencapai keinginanya melakukan hal-hal yang di inkonvensional sehingga para karyawanya merasa terpacu dan excited dalam melaksanakan tugasnya.

2. Foresight.
Adalah ambisi yang berakar dari energi emosional yang sangat besar bisa sangat berbahaya jika tanpa di dukung oleh foresight yang jelas dan terarah. Dengan demikian perusahaan memerlukan foresight tidak hanya untuk memprediksi masa depan melainkan juga untuk berimajinasi tentang masa depan seperti apa yang harus di ciptakan oleh perusahaan berdasarkan berbagai kecenderungan yang ada, seperti kecenderungan teknologi, perilaku konsumen, lingkungan dan lain sebagainya.

3.  Leverage.
Dengan adanya stretch dan foresight maka perlu di perhatikan perusahaan bukan lagi bagaimana menciptakan pengaruh yang lebih besar dengan sumber daya yang di miliki oleh perusahaan saat ini.
Dengan demikian untuk menetukan arah perusahaan di masa yang akan mendatang arsitektur strategi, misi dan tujuan adalah peta perusahaan, sedangkan strateguc intent adalah bahan bakarnya.

Akhirnya proses dalam menentukan dan menetapkan arah organisasi sesungguhnya merefleksikan hasil dari analisis lingkungan perusahaan. Analisis lingkunganlah yang harus menyediakan informasi yang cukup untuk refleksi manajemen perusahaan.

Berikut ini akan di uraikan pengertian sasaran dan tujuan startegik dari strategic intent, sebagai berikut:
–  Sasaran (Goals).
Sasaran di definisikan sebagai misi perusahaan dalam konteks beberapa wilayah hasil kunci. Sasaran strategik membantu manajer untuk mengetahui apa yang perlu di selesaikan perusahaan secara umum tanpa perlu di pengaharui oleh masalah pengukuran dan lamanya waktu.

–  Tujuan stratejik (strategic objective).
Bila visi, misi dan pernyataan sasaran ingin di penuhi, tujuan strategic harus di identifikasikan. Tujuan lebih spesifik dari pada sasaran. Tujuan mengarahkan organisasi ke arah yang di inginkan dalam batasan SWOT perusahaan dalam prespektif arah strategik.

Tujuan tergantung kepada kepada misi, sasaran, kebijakan, strategi, analisis internal dan eksternal, dan hasil dari SWOT. Tujuan stratejik ini adalah memberikan perusahaan pernyataan aksi yang bisa membawa perusahaan kepada tujuan perusahaan.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *